Panduan Pengguna - Aplikasi Sales & Distributor

Tier Pro - Panduan Operasional Lengkap

[!IMPORTANT] Versi Dokumen: 1.1 | Berlaku untuk: Tier Pro
Panduan ini disusun sebagai versi lanjutan dari dokumen Tier Basic. Fokus Tier Pro adalah multi-cabang, multi-gudang, rak/bin, WMS, dispatch, dan kontrol keuangan yang lebih rapi.

DistributorSync Tier Pro ditujukan untuk distributor, toko besar, dan bisnis multi-cabang yang membutuhkan kontrol stok per lokasi, proses gudang yang bisa diaudit, hak akses karyawan yang rinci, serta laporan akuntansi yang tetap selaras dengan alur operasional.

[!NOTE] Alur Basic tetap berlaku sebagai fondasi. Bagian yang berubah di Tier Pro terutama ada pada Tambah Barang, Purchase Order, Penerimaan Barang, Sales Order, Proforma Invoice, Buat Invoice, Dispatch, dan Transfer Antar Akun. Pada flow Warehouse terbaru, Invoice Dokumen dipisahkan dari Revenue Recognition: invoice boleh dibuat/cetak lebih awal, sedangkan pendapatan, HPP, dan stok keluar final mengikuti bukti terima pengiriman saat barang diterima pelanggan.


Peta Alur Bisnis Tier Pro

Gunakan peta ini sebagai urutan kerja utama agar data stok, dokumen gudang, dan laporan keuangan tetap konsisten.

code
[1. Setup Awal Pro]
    -> Login Cloud -> Pilih Cabang Perangkat -> Role & Hak Akses
          |
          v
[2. Master Data & Lokasi Stok]
    COA -> Supplier/Pelanggan -> Barang -> Kemasan -> Gudang -> Rak
          |
          v
[3. Siklus Pembelian]
    Purchase Order -> Penerimaan Barang ke Gudang -> Put-away Rak -> Pembayaran Hutang
          |
          v
[4. Siklus Penjualan Distributor]
    Sales Order -> Proforma Invoice (opsional) -> Approval/DP -> Reservation -> Picking -> Packing
          |
          v
[5. Invoice Dokumen, Surat Jalan, Dispatch, Bukti Terima Pengiriman]
    Invoice Dokumen (opsional dari Packing) -> Surat Jalan -> Dispatch/Berangkat -> Bukti Terima Pengiriman Delivered/Partial/Returned -> Revenue Recognition -> Apply Deposit/Payment
          |
          v
[6. Keuangan & Laporan]
    Transfer Antar Akun -> Jurnal -> Buku Besar -> Laba Rugi -> Neraca -> Arus Kas
Area Basic Tier Pro
Cabang Satu cabang utama Banyak cabang dengan perangkat terikat cabang aktif
Stok Stok barang sederhana Stok per cabang, gudang, rak, reserved qty, dan available qty
Sales Order Bisa langsung dijadikan invoice Masuk ke gudang melalui reservation, picking, dan packing; dapat diberi gate Proforma Invoice bila perlu approval/DP
Proforma Invoice Tidak tersedia sebagai alur utama Dokumen penawaran/konfirmasi sebelum invoice dokumen/tagihan resmi, dapat di-approve, dicetak, dan menjadi dasar DP
Invoice Dibuat langsung dari kasir atau SO Invoice dokumen dapat dibuat dari packing untuk dicetak/dibawa driver; revenue, piutang, stok keluar final, dan apply deposit diposting saat customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat
Pengiriman Metode kirim sederhana Surat Jalan dan Dispatch Order dengan armada, driver, rute, stop per customer, status delivery, penerimaan surat jalan atau bukti terima pengiriman, partial delivered, dan retur
Keuangan Kas/bank sederhana Kas, bank, clearing, transfer antar akun, dan kontrol arus kas internal

Bagian 1 - Setup Awal Tier Pro

[!IMPORTANT] Pastikan setup cabang dan role selesai sebelum transaksi berjalan. Kesalahan cabang akan mempengaruhi stok, nomor dokumen, dashboard, sinkronisasi, dan laporan.

1.1 Login Cloud dan Aktivasi Paket

  1. Buka aplikasi DistributorSync.
  2. Login cloud menggunakan company code, email/username, dan password.
  3. Sistem menyimpan tenant, paket aktif, status langganan, fitur, dan daftar menu yang diizinkan.
  4. Jika paket Pro aktif, menu lanjutan seperti Cabang, Gudang, WMS, Dispatch, dan Transfer Antar Akun dapat tersedia sesuai role user.
Status Paket Makna Operasional
Active Aplikasi dapat digunakan normal.
Grace Paket melewati masa aktif, tetapi masih dalam masa tenggang.
Suspended Aplikasi dapat dibatasi, terutama untuk aksi tulis seperti tambah/edit transaksi.
Archived Akun dikunci sampai diaktifkan kembali oleh admin.

1.2 Setup Cabang Perangkat

Tampilan awal setup cabang perangkat
Gambar 1. Tampilan awal setup cabang perangkat.

Pada Tier Pro, komputer lokal dapat diikat ke cabang tertentu agar data offline-first tetap aman.

  1. Login sebagai Owner
  2. Buka layar Setup Cabang setelah aktivasi atau melalui menu pengaturan jika tersedia.
  3. Pilih cabang tempat perangkat digunakan, misalnya Cabang Bandung.
  4. Simpan pilihan.
  5. Mulai transaksi hanya setelah cabang aktif sudah benar.

1.3 Manajemen Cabang

Menu: Pengaturan -> Manajemen Cabang

  • Tambahkan nama cabang, kode cabang, alamat, nomor telepon, dan status aktif.
  • Gunakan kode cabang yang pendek dan konsisten agar mudah dipakai pada nomor dokumen.
  • Nonaktifkan cabang yang sudah tidak digunakan, jangan hapus jika masih punya histori transaksi.

1.4 Role dan Hak Akses Pro

Menu: Pengaturan -> Pengguna / Role & Hak Akses

Role Akses Utama Catatan
Owner Semua modul sesuai paket Tetap dibatasi oleh menu yang termasuk paket aktif.
Admin Sales Pelanggan, Sales Order, kirim SO ke gudang Cocok untuk tim penjualan.
Admin Gudang Barang, stok, PO, receiving, gudang, WMS Bisa mengelola proses stok.
Warehouse Supervisor Put-away, reservation, picking, packing, override terbatas Untuk pengawasan gudang.
Picker Picking List Fokus mengambil barang.
Packer Packing Fokus validasi dan packing.
Expedition Checker Dispatch dan Surat Jalan Fokus armada/rute/pengiriman.
Finance/Accounting Akun, bank, pembayaran, transfer, jurnal, laporan Untuk kas, bank, dan pembukuan.

Bagian 2 - Master Data Pro

2.1 Profil Perusahaan

Menu: Pengaturan -> Profil Perusahaan

Lengkapi nama perusahaan, alamat, nomor telepon, dan logo. Data ini tampil pada invoice, purchase order, surat jalan, bukti pembayaran, dan dokumen cetak lain.

2.2 COA, Bank, dan Metode Pembayaran

COA
Gambar 2.1 Tampilan pengaturan COA.

Tier Pro membutuhkan pemetaan akun yang lebih rapi, terutama jika menerima pembayaran non-tunai yang settlement-nya tidak langsung cair.

Akun Fungsi Contoh Penggunaan
Kas Saldo tunai fisik Kas toko, kas kecil cabang
Bank Saldo rekening yang sudah cair Bank BCA, Bank Mandiri
Clearing Dana dalam proses / belum cair QRIS, GoPay, ShopeePay, marketplace
Beban Administrasi Bank Biaya transfer/MDR Biaya admin bank, potongan QRIS
Persediaan In-Transit Persediaan dalam perjalanan Transfer antar cabang dengan shipped/received

[!IMPORTANT] Jangan campur akun bank dengan akun clearing. Bank adalah dana yang sudah cair; clearing adalah hak tagih atau dana yang masih dalam proses settlement.

2.3 Supplier dan Pelanggan

Menu: Master Data -> Pemasok / Pelanggan

  • Data supplier dipakai untuk PO, penerimaan barang, dan pembayaran hutang.
  • Data pelanggan dipakai untuk SO, invoice, piutang, surat jalan, dispatch, dan aging piutang.
  • Untuk Tier Pro, lengkapi area/rute, alamat pengiriman, nomor PIC, dan catatan pengiriman bila digunakan oleh tim ekspedisi.

Bagian 3 - Data Barang, Varian, Kemasan, dan Lokasi Stok

3.1 Tambah Barang Baru

Menu: Stok & Inventori -> Data Barang -> Tambah Barang Baru

Field Isi Catatan Pro
Kode / Barcode Kode manual atau scan Boleh kosong untuk nomor otomatis.
Nama Barang Nama produk Wajib diisi.
Kategori Kategori produk Memudahkan diskon dan laporan.
Satuan Satuan stok dasar Contoh: Pcs, Kg, Liter.
HPP / Modal Harga pokok per satuan dasar Dipakai untuk HPP dan nilai persediaan.
Harga Jual Harga jual per satuan dasar Kemasan bisa punya harga jual sendiri.
Stok Awal Stok saat barang dibuat Setelah berjalan, ubah stok lewat transaksi stok, bukan edit manual.

[!IMPORTANT] Stok dasar Tier Pro harus diperlakukan sebagai data audit. Setelah barang berjalan, perubahan stok dilakukan melalui Penerimaan Barang, Invoice, Retur, Transfer Stok, Stok Opname, Put-away, atau Repacking Manual.

3.2 Varian Barang

Gunakan varian untuk atribut produk seperti warna, ukuran, rasa, tipe, atau batch.

  1. Aktifkan Produk ini memiliki varian.
  2. Pilih atribut varian dari master varian.
  3. Centang opsi yang dibutuhkan.
  4. Sistem membuat kombinasi varian otomatis.
  5. Isi SKU, HPP awal, harga jual, dan stok awal per varian.

3.3 Kemasan Tambahan

Gunakan kemasan untuk Dus, Pack, Slop, Karton, atau bentuk jual/beli lain yang merupakan konversi dari satuan dasar.

Produk Satuan Dasar Kemasan Konversi Dampak
Aqua Botol 600 ml Pcs Pack 1 Pack = 24 Pcs PO dan Invoice dapat memilih Pack.
Aqua Botol 600 ml Pcs Dus 1 Dus = 48 Pcs Stok tetap dihitung dalam Pcs.

[!TIP] Jangan jadikan Dus atau Pack sebagai varian. Varian untuk atribut barang; kemasan untuk cara beli/jual. Dengan begitu user tidak perlu Pecah Satuan untuk kasus kemasan normal.

3.4 Lokasi Stok Produk

Dari halaman Data Barang, buka Lihat Lokasi Stok untuk melihat stok per gudang dan rak.

Kolom Makna
Stok Fisik Jumlah barang yang benar-benar berada di lokasi tersebut.
Reserved Qty Jumlah stok yang sudah disisihkan untuk Sales Order.
Available Qty Stok yang masih boleh dijual atau dialokasikan.
code
available qty = stok fisik - reserved qty

3.5 Transfer Stok Antar Gudang

  1. Buka Data Barang.
  2. Pilih barang, lalu buka Lihat Lokasi Stok.
  3. Pilih tab Transfer.
  4. Tentukan gudang asal.
  5. Tentukan gudang tujuan dan rak tujuan bila ada.
  6. Masukkan qty dan catatan.
  7. Simpan transfer.

[!NOTE] Transfer stok antar gudang dalam cabang biasanya tidak membuat jurnal akuntansi, tetapi tetap dicatat di inventory ledger. Transfer antar cabang atau in-transit dapat membutuhkan jurnal persediaan in-transit sesuai kebijakan perusahaan.


Bagian 4 - Manajemen Gudang, Rak, dan Put-away

4.1 Manajemen Gudang

Menu: Stok & Inventori -> Manajemen Gudang

Tipe Gudang Fungsi
Gudang Utama / Bulk Stok besar atau cadangan.
Toko / Display Stok siap jual untuk kasir/POS.
Retur Barang retur yang perlu dicek.
Rusak Barang tidak layak jual.
Transit Barang dalam perjalanan antar lokasi.

4.2 Rak / Bin

Buat rak seperti A-01, B-02, Pendingin, Receiving, atau Staging. Rak membantu picker menemukan barang dan membantu audit lokasi fisik.

4.3 Put-away Rak

Menu: Stok & Inventori -> Put-away Rak

  1. Barang diterima lewat Penerimaan Barang.
  2. Barang masuk ke staging/default rack atau lokasi sementara.
  3. Staff membuka Put-away Rak.
  4. Pilih item penerimaan yang belum ditempatkan.
  5. Pilih rak tujuan per item atau per batch.
  6. Finalisasi put-away.

[!NOTE] Put-away tidak membuat jurnal akuntansi. Proses ini hanya memindahkan lokasi fisik stok di dalam gudang/cabang yang sama.


Bagian 5 - Siklus Pembelian Pro

5.1 Membuat Purchase Order

Menu: Pembelian -> Purchase Order -> Buat PO Baru

  1. Isi tanggal PO dan jatuh tempo bila ada.
  2. Pilih supplier.
  3. Cari barang berdasarkan nama, kode, atau barcode.
  4. Pilih varian/kemasan bila barang memilikinya.
  5. Isi qty pembelian dan harga supplier.
  6. Isi diskon item, diskon total, dan PPN bila diperlukan.
  7. Isi DP Supplier bila membayar uang muka.
  8. Simpan PO.
Fitur PO Pro Kegunaan
Kemasan pembelian Contoh: beli 10 Dus, stok masuk sebagai 480 Pcs.
Diskon item Diskon berbeda per produk.
Diskon total PO Diskon level dokumen.
PPN Mencatat pajak bila transaksi kena PPN.
DP Supplier Mencatat uang muka pembelian sebelum barang diterima.

5.2 Beli & Terima Langsung

[!TIP] Gunakan toggle Beli & Terima Langsung saat barang langsung datang di hari yang sama. Untuk pembelian besar atau bertahap, gunakan PO normal lalu Penerimaan Barang.

5.3 Penerimaan Barang ke Gudang

Menu: Pembelian -> Penerimaan Barang

  1. Pilih PO yang barangnya datang.
  2. Pilih gudang tujuan sesuai cabang aktif.
  3. Cek item, qty datang, dan satuan/kemasan transaksi.
  4. Isi qty aktual jika diterima sebagian.
  5. Simpan penerimaan.
  6. Sistem menambah stok dan membuat inventory ledger IN.
  7. Jika belum dibayar, hutang usaha terbentuk.

[!IMPORTANT] Gudang tujuan dipilih saat Penerimaan Barang, bukan wajib saat PO. Rak final tidak harus dipilih pada tahap receiving; gunakan Put-away untuk menempatkan barang ke rak final.

5.4 Pembayaran Hutang

Menu: Pembelian -> Pembayaran Hutang

Pilih supplier/PO, isi nominal bayar, pilih metode pembayaran, lalu simpan. Jurnal otomatis: Debit Hutang Usaha, Kredit Kas/Bank/Clearing.


Bagian 6 - Siklus Penjualan Pro

6.1 Sales Order Pro

Menu: Penjualan -> Sales Order

  1. Buat SO baru.
  2. Pilih pelanggan.
  3. Tambahkan barang, varian, dan kemasan jual bila ada.
  4. Isi qty pesanan dan catatan pengiriman.
  5. Simpan, lalu konfirmasi SO saat pesanan valid.
  6. Jika pelanggan membutuhkan dokumen penawaran/konfirmasi atau DP, buat Proforma Invoice dari SO.
  7. Kirim SO ke gudang untuk reservation dan picking.
Status SO Makna
Draft Belum mengunci stok.
Confirmed Pesanan valid, siap dikirim ke gudang.
Reserved Stok sudah disisihkan.
Picking Barang sedang diambil.
Picked Picking selesai.
Packing Barang sedang dicek/dipacking.
Packed Siap dibuat invoice dokumen, surat jalan, dan dispatch.
Invoiced Invoice dokumen sudah dibuat. Pada alur Warehouse, revenue tetap menunggu customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat.
Cancelled Pesanan batal dan reservation dilepas.

6.2 Alur SO-WMS Default

code
Sales Order
-> Confirmed
-> Kirim ke Gudang / Generate Picking
-> Reservation Stock
-> Picking
-> Packing
-> Buat Invoice Dokumen dari Packing (opsional untuk dicetak/dibawa driver)
-> Surat Jalan
-> Dispatch / Berangkat
-> Bukti Terima Pengiriman Customer: Delivered / Partial Delivered / Returned
-> Posting Revenue + SALES_DELIVERED
-> Apply Deposit / Payment

6.3 Alur Penjualan dengan Proforma Invoice

Menu: Penjualan -> Proforma Invoice

Gunakan Proforma Invoice saat pelanggan membutuhkan dokumen penawaran/konfirmasi sebelum invoice dokumen, pesanan perlu approval, atau ada pembayaran di muka sebelum barang dikirim.

code
Sales Order
-> Buat Proforma Invoice
-> Approve / Print / Kirim ke Customer
-> Catat DP atau pelunasan di muka (jika ada)
-> Kirim SO ke Gudang
-> Reservation Stock
-> Picking
-> Packing
-> Buat Invoice Dokumen dari Packing (boleh dicetak/dibawa driver)
-> Dispatch + Surat Jalan
-> Bukti Terima Pengiriman Customer: Delivered / Partial Delivered / Returned
-> Posting Revenue + SALES_DELIVERED
-> Apply Deposit / Payment
Status/Aksi Makna Operasional Dampak Akuntansi/Stok
Draft Proforma baru disusun dari SO dan belum dikirim. Tidak mengurangi stok dan tidak membuat jurnal.
Approved Proforma disetujui untuk diproses lanjut. SO yang mewajibkan proforma boleh lanjut ke gudang.
DP / Paid di Muka Pelanggan membayar sebagian atau lunas sebelum barang diterima. Masuk sebagai uang muka/customer deposit, bukan pelunasan invoice recognized.
Invoice Dokumen Invoice resmi operasional dibuat dari packing agar bisa dicetak/dibawa driver. Belum mengakui revenue, belum apply deposit, dan belum mengurangi stok final pada alur Warehouse.
Posting Revenue saat Bukti Terima Pengiriman Customer menerima barang penuh/sebagian atau ada retur. Revenue, piutang, stok keluar SALES_DELIVERED, dan apply deposit diposting sesuai qty diterima.
Cancelled / Expired Proforma tidak dipakai lagi. SO tidak boleh lanjut jika masih mewajibkan proforma aktif.

[!IMPORTANT] Proforma Invoice bukan invoice tagihan dan bukan faktur pajak. Proforma tidak mengurangi stok fisik, tidak membuat jurnal penjualan/HPP, dan tidak menjadi piutang final. Pembayaran sebelum barang diterima dicatat sebagai deposit pelanggan, lalu diaplikasikan saat revenue diposting setelah bukti terima pengiriman.

6.4 Reservation Stock

[!IMPORTANT] Reservation mengurangi available qty, tetapi tidak mengurangi stok fisik dan tidak membuat jurnal. Pada alur Warehouse + serah-terima di tujuan, stok keluar final dan jurnal penjualan/HPP mengikuti bukti terima pengiriman saat customer menerima barang.

6.5 Picking List

Menu: Stok & Inventori -> Picking List

  • Generate picking dari SO yang siap gudang.
  • Jika SO ditandai wajib Proforma, pastikan proforma sudah approved atau DP sudah dicatat sebelum picking.
  • Picker melihat produk, qty, gudang, dan rak rekomendasi.
  • Isi picked qty, lalu selesaikan picking.
  • Picking tidak membuat jurnal dan tidak mengurangi stok fisik langsung.

6.6 Packing

Menu: Stok & Inventori -> Packing

  • Mulai packing dari picking list yang selesai.
  • Scan barcode atau checklist barang.
  • Validasi qty dan item.
  • Selesaikan packing.
  • Buat invoice dokumen dari hasil packing bila invoice perlu dicetak/dibawa driver.
  • Lanjutkan surat jalan/dispatch. Posting revenue tetap menunggu customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat.

6.7 Buat Invoice Dokumen dari Fulfillment/Packing

Invoice dokumen adalah dokumen bisnis yang boleh dibuat sebelum barang diterima pelanggan. Dokumen ini membantu operasional penagihan, arsip, dan pengiriman, tetapi belum menjadi titik pengakuan pendapatan pada alur Warehouse + serah-terima di tujuan.

Aspek Keterangan
Status invoice Invoice dibuat sebagai dokumen issued/not recognized.
Stok fisik keluar Belum diposting sebagai stok keluar final. Barang masih dalam proses kirim/in-transit.
Jurnal penjualan dibuat Belum. Pendapatan/piutang menunggu bukti terima pengiriman.
Jurnal HPP dibuat Belum sebagai revenue recognition. HPP/persediaan mengikuti proses pengiriman dan bukti terima pengiriman agar tidak dobel.
Deposit diaplikasikan Belum. Deposit tetap sebagai uang muka/customer deposit sampai barang diterima.
Dokumen siap tagih Boleh dicetak dan dibawa driver bersama surat jalan, tetapi laporan penjualan menunggu recognition.

[!NOTE] Perbedaan utamanya: invoice dokumen menjawab kebutuhan operasional, sedangkan revenue recognition menjawab kapan pendapatan, piutang, HPP, dan stok keluar final boleh masuk laporan akuntansi.

6.8 Posting Revenue saat Bukti Terima Pengiriman

Posting revenue terjadi ketika customer menerima barang melalui proses bukti terima pengiriman atau penerimaan surat jalan.

Status Bukti Terima Pengiriman Dampak Sistem
Delivered Invoice diposting penuh, stok keluar melalui SALES_DELIVERED, jurnal piutang/penjualan dibuat, deposit diaplikasikan.
Partial Delivered Invoice dan pengakuan revenue mengikuti qty diterima; qty retur/tidak diterima dipisahkan agar tidak masuk penjualan.
Returned Invoice dokumen yang belum recognized dibatalkan/void dan revenue tidak diakui.

6.9 Invoice Langsung / POS

Gunakan Buat Invoice atau POS untuk transaksi cepat yang tidak memerlukan WMS.

  1. Pilih pelanggan atau pelanggan umum.
  2. Tambahkan barang via pencarian atau scan barcode.
  3. Pilih kemasan jual bila ada.
  4. Isi qty, diskon, pajak, pengiriman, dan pembayaran.
  5. Simpan invoice.

[!WARNING] Sistem akan menolak penjualan jika available stock tidak cukup. Untuk Tier Pro, pastikan stok display/toko sudah terisi sebelum transaksi kasir.


Bagian 7 - Surat Jalan dan Dispatch

7.1 Surat Jalan

Menu: Stok & Inventori -> Dispatch & Surat Jalan

Surat Jalan adalah dokumen barang keluar untuk satu customer/stop. Dalam satu Dispatch Order, sistem dapat membawa beberapa surat jalan karena satu armada bisa mengantar ke beberapa pelanggan.

Pada flow Warehouse + serah-terima di tujuan, surat jalan dapat membawa referensi SO, packing session, dan invoice dokumen. Yang diterima customer tetap per surat jalan, sehingga status delivered, partial delivered, atau returned dicatat pada level surat jalan/dispatch item, bukan hanya pada header dispatch.

7.2 Dispatch Order

Dispatch Order adalah rencana keberangkatan armada. Satu dispatch dapat berisi banyak surat jalan.

  1. Pilih surat jalan yang ready/printed atau siap dikirim.
  2. Pilih armada, driver, helper bila ada.
  3. Isi rute/area pengiriman.
  4. Susun urutan stop.
  5. Cek kapasitas muatan.
  6. Ubah status menjadi planned, loading, loaded, dan departed sesuai proses armada.
  7. Setelah driver sampai ke customer, catat bukti terima pengiriman atau penerimaan untuk masing-masing surat jalan.

[!IMPORTANT] Dispatch mengatur keberangkatan kendaraan. Penerimaan barang adalah proses terpisah per surat jalan. Jangan menandai seluruh dispatch selesai sebelum semua stop memiliki status bukti terima pengiriman yang jelas.

Validasi Dispatch Tujuan
Referensi dokumen valid Gunakan SO + packing session + surat jalan. Invoice dokumen boleh ikut dicetak bila sudah dibuat.
Proforma sudah approved/DP SO yang mewajibkan proforma tidak boleh dikirim sebelum syarat approval atau DP terpenuhi.
Driver dan kendaraan terisi Pengiriman dapat diaudit.
COD memenuhi syarat bayar Mencegah barang tunai berangkat tanpa pembayaran yang disyaratkan.
Customer tempo tidak credit hold Mengurangi risiko piutang bermasalah.
Muatan tidak melebihi kapasitas Menjaga keamanan dan biaya pengiriman.

7.3 Penerimaan Surat Jalan / Bukti Terima Pengiriman

Menu: Stok & Inventori -> Penerimaan Surat Jalan

Menu ini dipakai untuk menutup pengiriman per surat jalan. Operator memilih surat jalan, mengisi qty diterima, qty retur, nama penerima, waktu terima, dan catatan bila ada selisih.

Aksi Bukti Terima Pengiriman Kapan Dipakai Dampak
Terima Penuh Semua qty pada surat jalan diterima customer. Invoice dokumen diposting menjadi recognized, stok keluar SALES_DELIVERED, jurnal piutang/penjualan dibuat, dan deposit diaplikasikan.
Partial Sebagian qty diterima dan sebagian tidak diterima/retur. Revenue dan stok keluar hanya mengikuti qty diterima. Selisih dicatat sebagai retur/tidak diterima.
Retur Customer menolak semua barang atau pengiriman gagal. Invoice dokumen yang belum recognized dibatalkan/void dan revenue tidak diakui.

[!NOTE] Bila tombol posting invoice masih muncul setelah bukti terima pengiriman, gunakan tombol tersebut untuk mem-posting recognition secara manual. Pada flow normal, proses bukti terima pengiriman akan mencoba membuat/posting invoice secara otomatis.


Bagian 8 - Keuangan, Kas, dan Transfer Antar Akun

8.1 Biaya Lainnya dan Pendapatan Lainnya

Catat biaya operasional dan pendapatan non-penjualan agar laporan laba rugi lengkap.

8.2 Transfer Antar Akun

Menu: Keuangan & Kas -> Transfer Antar Akun

Gunakan untuk memindahkan saldo antar akun kas, bank, dan clearing.

Kasus Akun Sumber Akun Tujuan
Setor kas toko ke bank Kas Bank BCA
Transfer antar bank Bank BCA Bank Mandiri
Tarik tunai Bank Kas
Settlement QRIS Clearing QRIS Bank BCA
Settlement marketplace Clearing Marketplace Bank
  1. Klik Tambah Transfer.
  2. Isi tanggal transfer.
  3. Pilih akun sumber dan akun tujuan.
  4. Isi nominal yang diterima akun tujuan.
  5. Isi biaya admin/MDR bila ada.
  6. Pilih akun biaya jika biaya lebih dari nol.
  7. Isi nomor referensi dan keterangan.
  8. Periksa preview jurnal, lalu simpan.
code
Tanpa biaya:
Dr Akun Tujuan      Rp1.000.000
   Cr Akun Sumber   Rp1.000.000

Dengan biaya admin Rp2.500:
Dr Akun Tujuan                Rp2.000.000
Dr Beban Administrasi Bank    Rp    2.500
   Cr Akun Sumber             Rp2.002.500

[!IMPORTANT] Transfer internal tetap muncul di Buku Besar, tetapi pokok transfer tidak boleh menggandakan arus kas masuk/keluar konsolidasi. Hanya biaya admin/MDR yang menjadi arus keluar atau beban.

8.3 Contoh Settlement QRIS

code
Customer bayar QRIS Rp100.000
Dr Clearing QRIS        Rp100.000
   Cr Piutang/Penjualan Rp100.000

Settlement cair ke Bank BCA, MDR Rp700
Dr Bank BCA                  Rp 99.300
Dr Beban Administrasi Bank   Rp    700
   Cr Clearing QRIS          Rp100.000

8.4 Jurnal Umum

Gunakan jurnal manual hanya untuk transaksi yang tidak ditangani modul. Transaksi otomatis dari invoice langsung, bukti terima pengiriman dan revenue recognition, penerimaan barang, pembayaran, retur, dan transfer antar akun sebaiknya tidak dikoreksi manual sembarangan.


Bagian 9 - Laporan Tier Pro

9.1 Kartu Stok Pro

Menu: Stok & Inventori -> Kartu Stok

  • Filter cabang, gudang, rak, produk, dan tanggal.
  • Cek stok masuk dari penerimaan barang.
  • Cek stok keluar dari invoice langsung/POS, SALES_DELIVERED pada bukti terima pengiriman, atau retur pembelian.
  • Cek mutasi transfer stok dan put-away antar rak.
  • Cek opname untuk selisih fisik.

9.2 Stok Opname Pro

  1. Pilih cabang/gudang/rak.
  2. Hitung stok fisik.
  3. Isi physical qty.
  4. Review selisih.
  5. Finalisasi.
  6. Sistem membuat mutasi penyesuaian dan jurnal otomatis bila ada selisih nilai persediaan.

9.3 Laporan Penjualan dan Pembelian

Gunakan filter cabang, tanggal, pelanggan/supplier, status pembayaran, dan status fulfillment untuk audit dokumen.

Pada alur Warehouse + serah-terima di tujuan, laporan penjualan hanya menghitung invoice yang sudah recognized. Invoice dokumen yang masih issued/not recognized tidak masuk omzet sampai bukti terima pengiriman customer selesai.

9.4 Aging Piutang dan Hutang

Pantau invoice pelanggan dan hutang supplier berdasarkan umur jatuh tempo. Aging piutang hanya mengambil invoice yang sudah recognized agar invoice dokumen yang belum diterima customer tidak ditagihkan sebagai piutang final.

9.5 Buku Besar, Laba Rugi, Neraca, dan Arus Kas

Laporan Fungsi Catatan Pro
Buku Besar Audit semua akun Transfer internal tetap tampil.
Laba Rugi Pendapatan, HPP, dan beban Pendapatan/HPP dari invoice recognized dan jurnal bukti terima pengiriman dan SALES_DELIVERED.
Neraca Aset, kewajiban, ekuitas Termasuk kas, bank, clearing, piutang, hutang, persediaan.
Arus Kas Uang masuk/keluar aktual Pokok transfer internal tidak dihitung sebagai inflow/outflow eksternal.

Bagian 10 - Checklist Operasional Harian Tier Pro

Pagi

  • Pastikan perangkat berada pada cabang yang benar.
  • Cek dashboard cabang dan gudang.
  • Cek SO yang perlu dikirim ke gudang.
  • Cek Proforma Invoice yang menunggu approval, cetak/kirim, atau DP.
  • Cek picking/packing yang belum selesai.
  • Cek invoice dokumen yang perlu dicetak untuk driver.
  • Cek piutang dan hutang jatuh tempo.

Saat Barang Datang

  • Cocokkan barang dengan PO.
  • Terima barang ke gudang yang benar.
  • Jalankan put-away bila rack tracking aktif.
  • Cek status PO partial/completed.

Sore / Tutup Hari

  • Cocokkan kas fisik dengan saldo kas sistem.
  • Cek transfer antar akun hari ini.
  • Cek dispatch yang sudah berangkat/delivered.
  • Pastikan semua surat jalan yang sudah sampai customer memiliki bukti terima pengiriman: diterima penuh, partial, atau retur.
  • Pastikan deposit dari proforma sudah diaplikasikan setelah bukti terima pengiriman dan revenue diposting.
  • Cek invoice dokumen yang masih not recognized agar tidak tertinggal dari proses bukti terima pengiriman.
  • Cek invoice COD yang belum lunas.
  • Review kartu stok untuk mutasi tidak wajar.

Bagian 11 - FAQ Tier Pro

Seputar Penjualan dan WMS

Q: Apakah semua penjualan Pro harus lewat Sales Order dan WMS?
A: Tidak. Untuk penjualan cepat, gunakan POS/Buat Invoice langsung. Gunakan SO-WMS jika barang perlu dipicking, dipacking, dan dikirim melalui surat jalan/dispatch.

Q: Kapan menggunakan Proforma Invoice?
A: Gunakan Proforma Invoice jika pelanggan membutuhkan dokumen penawaran/konfirmasi sebelum invoice dokumen, SO perlu approval, atau pelanggan membayar DP/pelunasan di muka sebelum barang dikirim.

Q: Apa bedanya Proforma Invoice, Invoice Dokumen, dan Revenue Recognition?
A: Proforma Invoice adalah dokumen komersial sebelum tagihan resmi. Invoice Dokumen adalah dokumen tagihan yang boleh dicetak/dibawa driver. Revenue Recognition adalah proses akuntansi setelah customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat, yaitu saat piutang, pendapatan, HPP, dan stok keluar final diposting.

Q: Jika pelanggan membayar DP dari Proforma Invoice, masuk ke mana?
A: DP dicatat sebagai uang muka/customer deposit. Setelah bukti terima pengiriman dan revenue diposting, deposit diaplikasikan sebagai pengurang tagihan, bukan dicatat sebagai pembayaran kas/bank baru dua kali.

Q: Kapan stok benar-benar berkurang pada alur WMS?
A: Reservation hanya mengurangi available qty. Pada alur Warehouse + serah-terima di tujuan, stok keluar final dicatat saat customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat melalui SALES_DELIVERED. Untuk transaksi POS/invoice langsung tanpa WMS, stok keluar terjadi saat invoice langsung disimpan.

Q: Apakah picking dan packing membuat jurnal?
A: Tidak. Picking dan packing hanya proses gudang. Invoice dokumen juga belum membuat revenue recognition pada alur Warehouse. Jurnal penjualan/HPP diposting saat customer menerima barang dan bukti terima pengiriman dicatat.

Q: Mengapa invoice bisa dibuat sebelum barang diterima?
A: Karena invoice juga berfungsi sebagai dokumen bisnis untuk dicetak, dibawa driver, atau diberikan ke customer. Secara akuntansi, invoice tersebut masih issued/not recognized sampai bukti terima pengiriman selesai.

Q: Apakah pengiriman dan penerimaan harus dipisah?
A: Ya. Dispatch mengatur armada dan keberangkatan. Penerimaan Surat Jalan atau bukti terima pengiriman menutup setiap stop/customer. Ini penting karena satu dispatch bisa berisi banyak surat jalan dengan hasil berbeda: diterima penuh, partial, atau retur.

Seputar Barang dan Stok

Q: Apakah PO harus memilih gudang?
A: Tidak wajib. Gudang tujuan dipilih saat Penerimaan Barang.

Q: Apa bedanya varian dan kemasan?
A: Varian adalah atribut produk seperti warna, ukuran, rasa, atau batch. Kemasan adalah cara beli/jual seperti Dus, Pack, atau Karton.

Q: Apakah transfer stok sama dengan transfer antar akun?
A: Tidak. Transfer stok memindahkan barang antar gudang/rak. Transfer antar akun memindahkan saldo uang antar kas, bank, atau clearing.

Seputar Keuangan

Q: Kenapa QRIS sebaiknya memakai akun clearing?
A: Karena dana QRIS sering belum langsung masuk ke bank. Saat settlement cair, gunakan Transfer Antar Akun dari Clearing QRIS ke Bank.

Q: Apakah transfer Bank BCA ke Bank Mandiri masuk Arus Kas?
A: Pokok transfer tidak dianggap arus kas eksternal. Jika ada biaya admin, biaya tersebut menjadi arus keluar/beban.


Catatan Akhir

[!IMPORTANT] Tier Pro paling aman digunakan dengan disiplin alur: master data disiapkan, cabang dan gudang dipilih benar, stok tidak diedit langsung, SO-WMS dipakai untuk penjualan gudang, invoice dokumen dipisahkan dari revenue recognition, bukti terima pengiriman dicatat per surat jalan, dan transfer stok/uang dicatat lewat menu masing-masing.

Dokumentasi ini dibuat dalam format HTML mengikuti template dokumen Basic, tetapi isinya disesuaikan untuk fitur Tier Pro DistributorSync.

Website Dalam Perbaikan

Under Construction

Kami sedang melakukan pemeliharaan sistem untuk meningkatkan kualitas layanan. Hubungi kami jika Anda memerlukan bantuan mendesak.